Pada tanggal 17 Februari 2025, Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, mengumumkan inisiatif ambisius yang diberi nama 'Enam Negara, Satu Tujuan'. Program ini dirancang untuk mentransformasi ASEAN menjadi pusat perjalanan global yang terpadu dan mudah diakses.
Shinawatra menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada peningkatan konektivitas infrastruktur. Rencana tersebut mencakup perbaikan dan pengembangan jalan lintas batas, penyambungan jaringan kereta api yang mulus, serta peningkatan konektivitas udara. Lebih jauh lagi, inisiatif ini mengusulkan kebijakan bebas visa untuk perjalanan antar negara yang berpartisipasi, yang bertujuan untuk menghilangkan hambatan administratif bagi wisatawan.
“Saya sangat yakin bahwa skema 'Enam Negara, Satu Tujuan' akan menarik lebih banyak pengunjung dari seluruh dunia, meningkatkan perjalanan di dalam kawasan ASEAN, dan mendorong peningkatan signifikan dalam jumlah persinggahan di enam negara percontohan,” ujar Shinawatra dalam pidatonya.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan infrastruktur fisik, tetapi juga pada penyederhanaan proses dan prosedur perjalanan. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lancar dan tanpa hambatan bagi wisatawan internasional, sehingga merangsang pertumbuhan sektor pariwisata di seluruh kawasan.
Shinawatra juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam bidang pariwisata sebagai pendorong utama konektivitas ekonomi dan budaya. Ia percaya bahwa dengan bekerja sama, negara-negara ASEAN dapat mencapai hasil yang jauh lebih besar daripada jika mereka bertindak sendiri.
Selain lima negara yang sudah terlibat dalam diskusi awal, Shinawatra juga berencana untuk mengundang Singapura untuk bergabung dalam inisiatif 'Enam Negara, Satu Tujuan'. Ia percaya bahwa partisipasi Singapura akan semakin memperkuat daya tarik kawasan ini sebagai tujuan wisata tunggal yang mudah diakses.
Skema ini berfokus pada tiga pilar utama: kemudahan penyeberangan perbatasan, kampanye promosi yang terkoordinasi, dan peningkatan konektivitas perjalanan. Dengan menyederhanakan proses perbatasan, mempromosikan kawasan ini secara bersama-sama, dan meningkatkan infrastruktur transportasi, inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih menarik dan nyaman bagi wisatawan.
Saat ini, perwakilan dari berbagai lembaga terkait di Thailand sedang bekerja sama erat dengan mitra mereka di Malaysia, Kamboja, dan Vietnam untuk memajukan diskusi dan mewujudkan inisiatif ini. Pembicaraan difokuskan pada berbagai aspek, termasuk harmonisasi peraturan, pengembangan infrastruktur bersama, dan strategi pemasaran terpadu.
Inisiatif 'Enam Negara, Satu Tujuan' memiliki potensi untuk mengubah lanskap pariwisata di ASEAN. Dengan meningkatkan konektivitas, menyederhanakan prosedur perjalanan, dan mempromosikan kawasan ini secara bersama-sama, inisiatif ini dapat menarik lebih banyak wisatawan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan.
Berikut adalah tabel yang menggambarkan potensi manfaat dari inisiatif 'Enam Negara, Satu Tujuan':
Manfaat | Deskripsi |
---|---|
Peningkatan Jumlah Wisatawan | Dengan mempermudah perjalanan antar negara, inisiatif ini dapat menarik lebih banyak wisatawan internasional dan regional. |
Pertumbuhan Ekonomi | Peningkatan pariwisata dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan bisnis lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. |
Peningkatan Konektivitas | Pengembangan infrastruktur transportasi dan komunikasi akan meningkatkan konektivitas antar negara dan memfasilitasi perdagangan dan investasi. |
Penguatan Hubungan Budaya | Peningkatan interaksi antar wisatawan dan penduduk lokal dapat memperkuat hubungan budaya dan mempromosikan pemahaman yang lebih baik antar negara. |
Inisiatif ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya untuk menjadikan ASEAN sebagai tujuan wisata global yang terpadu dan mudah diakses. Dengan kerja sama dan komitmen yang berkelanjutan, 'Enam Negara, Satu Tujuan' memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh kawasan.
Comments