Penemuan kerangka manusia di Sungai Thames, London, telah lama menjadi misteri yang menarik perhatian para arkeolog dan sejarawan. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan pada [Tanggal Publikasi, jika diketahui] mencoba mengungkap teka-teki di balik banyaknya jasad yang ditemukan di sungai ikonik tersebut.

Dipimpin oleh [Nama Peneliti Utama, jika diketahui], penelitian ini menggunakan metode penanggalan radiokarbon untuk menentukan usia tulang-tulang tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa sisa-sisa manusia itu berasal dari periode waktu yang luas, mulai dari zaman prasejarah hingga Abad Pertengahan. Temuan ini menimbulkan pertanyaan: mengapa begitu banyak orang berakhir di Sungai Thames selama berabad-abad?

Salah satu hipotesis yang diajukan adalah bahwa pembuangan mayat ke sungai merupakan bagian dari praktik ritual kuno yang lazim di Eropa Barat Laut. Sungai, danau, dan lahan basah sering dianggap sebagai tempat suci atau gerbang menuju dunia lain dalam kepercayaan masyarakat prasejarah. Membuang persembahan, termasuk manusia, ke dalam air mungkin merupakan cara untuk berkomunikasi dengan dewa atau roh.

Namun, teori ritual bukanlah satu-satunya penjelasan yang mungkin. Bukti kekerasan yang ditemukan pada beberapa kerangka menunjukkan bahwa beberapa individu mungkin menjadi korban pembunuhan atau konflik. Sungai Thames, sebagai jalur transportasi utama dan pusat aktivitas ekonomi, bisa menjadi tempat terjadinya perkelahian dan kejahatan.

Chris Knüsel, seorang bioarkeolog dari Universitas Bordeaux, Prancis, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, berpendapat bahwa pertikaian yang disertai kekerasan di sungai dapat menjadi faktor penyebab banyaknya sisa-sisa manusia yang ditemukan. Ia menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya konteks di balik penemuan ini.

Arthur, peneliti utama studi ini, mengakui bahwa kerangka manusia memang banyak ditemukan di tempat-tempat perairan di Eropa barat laut. Namun, ia menekankan bahwa jumlah tulang-tulang manusia di Sungai Thames sangat banyak, menunjukkan bahwa ada sesuatu yang unik tentang sungai ini.

Penelitian ini telah meminggirkan berbagai argumen, tetapi asal usul jenazah-jenazah ini masih harus dipelajari dan dibuktikan secara tuntas. Langkah selanjutnya adalah menganalisis lebih lanjut tulang-tulang tersebut untuk mencari petunjuk tentang identitas, kesehatan, dan penyebab kematian individu-individu tersebut. Analisis isotop, misalnya, dapat memberikan informasi tentang pola makan dan asal geografis mereka.

Penelitian ini, yang berjudul Human remains from the River Thames, memberikan kontribusi penting bagi pemahaman kita tentang sejarah dan budaya London. Temuan ini menyoroti kompleksitas hubungan antara manusia dan lingkungan, serta pentingnya sungai sebagai tempat ritual, perdagangan, dan konflik.

Misteri kerangka manusia di Sungai Thames masih jauh dari selesai. Namun, dengan penelitian lebih lanjut dan pendekatan interdisipliner, kita dapat berharap untuk mengungkap lebih banyak rahasia yang tersembunyi di bawah permukaan air.

Berikut adalah tabel yang merangkum beberapa teori tentang asal usul kerangka manusia di Sungai Thames:

Teori Bukti Pendukung Keterbatasan
Praktik Ritual Kepercayaan kuno tentang sungai sebagai tempat suci; penemuan artefak ritual di dekat kerangka Sulit untuk membuktikan secara definitif; tidak semua kerangka menunjukkan tanda-tanda ritual
Kekerasan dan Kejahatan Bukti trauma pada beberapa kerangka; Sungai Thames sebagai pusat aktivitas ekonomi dan transportasi Tidak semua kerangka menunjukkan tanda-tanda kekerasan; sulit untuk membedakan antara pembunuhan dan kecelakaan
Kecelakaan Sungai Thames sebagai tempat berbahaya; risiko tenggelam dan kecelakaan perahu Sulit untuk membuktikan tanpa bukti langsung; tidak menjelaskan mengapa begitu banyak kerangka ditemukan